Pengantar
Ilmu Jurnalistik Konsep Media Berita
Nama :
Ulfa Ankin Saraswati
Kelas : KPI 3D
NIM : 1174020175
Jurusan : Komunikasi dan Penyiaran Islam
Mata Kuliah : Pegantar Ilmu Jurnalistik
Dosen : Dudi Rustandi, S.Sos M.I.Kom
Kelas : KPI 3D
NIM : 1174020175
Jurusan : Komunikasi dan Penyiaran Islam
Mata Kuliah : Pegantar Ilmu Jurnalistik
Dosen : Dudi Rustandi, S.Sos M.I.Kom
1.
Faaza Magazine
Faaza Magazine merupakan media cetak dalam bentuk majalah, yang mana
majalah ini lebih ditujukan untuk para remaja muslim. Majalah ini bertujuan
untuk membangun remaja muslim agar selalu berkarya dan tidak mudah terpengaruh
dengan arus globalisasi yang dapat merusak generasi muslim masa kini.
Visi
Memberikan konten positif yang membangun remaja muslim untuk terus
berkarya di era milenial ini.
Misi
2. Mengajak remaja muslim untuk tidak mudah terpengaruh dengan arus globalisasi
1. Format Program : Main Topic, News, Islamic Corner,
Explore, Suggestion, Girls Talk, Boys Talk, Life Style, Flashback
2. Sasaran Program : Remaja Muslim
3. Sasaran wilayah :
Dapat diakses dimana saja dan kapan saja
4. Klasifikasi dan
persentasi informasi yang diberikan
a. Main Topic : 20%
b. News : 10%
c. Islamic Corner : 15%
d. Explore :
20%
e. Suggestion : 10%
f. Girls Talk :
5%
g. Boys Talk : 5%
h. Life Style : 10%
i.
Flashback :
5%
Struktur Redaksi Faaza Magazine
3. Contoh Konten
Main
Topic
REMAKE OUR GOLDEN GENERATION
Remake the golden
generation. Klise banget kedengerannya. Tapi dari kalimat sederhana
tersebut, setidaknya ada dua pertanyaan dasar yang bisa kita ambil. Siapa generasi
emasnya dan kenapa mereka harus deprogram ulang?.
Oke, pertanyaan pertama, siapa
generasi emasnya? Jawaban cepatnya, generasi emas yang aku maksud disini adalah
kita. Generasi muda muslim. Pasti banyak pendapat lain tentang generasi tentang
generasi mana yang seharusnya disifati dengan kata golden, tapi dengan
semakin bebas dan rusaknya lingkungan sekitar kita, dan makin sedikitnya orang
yang peduli untuk memperjuangkan kebaikan, kita sebagai generasi muda yang
dikelilingi beribu-ribu kesempatan buat enggak ikutan rusak dan
masih peduli sama kebaikan bisa dong,
disifati dengan kata golden? Apalagi dengan segala akses akan
kesempatan-kesempatan untuk berkontribusi yang banyak banget tersedia di
depan mata, enggak lagi harus
berjuang dengan perang gerilya. Harusnya mudah bukan, anak-anak seperti kita
tumbuh dan beneran jadi generasi yang sifatnya sama kaya emas atau bahkan lebih
bagus lagi?
Kenapa harus
diperbaiki? Remake bukan make? Bukannya create tapi recreate?
Karena memang sebagian besar dari kita sudah terbentuk. Tapi bukannya terbentuk
dengan baik, umumnya malah sudah terkontaminasi oleh segala virus-virus jelek
dari lingkungan sekitar. Tapi sama saja kaya tumbuhan yang masih bisa
diperbaiki tanpa patah ketika masih muda, kita masih bisa reprogram ourselves
dan jadi orang-orang yang lurus, yang mau berdedikasi, dan selalu berjuang.
Realita kondisi
kerusakan moral di negara khatulistiwa kita ini sebenarnya bisa disimpulkan
karena kebanyakan dari kita dan orang-orang diluar sana belum berpegang teguh
kepada aqidah dan manhaj yang benar. Jadinya pikiran enggak focus, terus
jadi makin rakus, dan yang dikerjakan juga jadinya bukan hal-hal yang bagus.
Jadi, ayo kita mulai
dari sekarang. Ubah pola pikir kita. Berhenti buang-buang waktu. Mulai belajar
jadi orang yang besar dengan berhenti mikirin hal-hal kecil. Find good friends,
hang out with the people you adore, learn from them. Supaya kita bisa
memperbaiki generasi emas ini. Remake diri kita. Stop being stupid
and start being smart. Enggak ada lagi alasan buat berpura-pura gak
pedulu sama masa depan.
Untuk menutup tulisan pendek
ini, aku sekalian ajak kalian, ayo kita mulai merubah pola pikir kita. Change
perspective. Break the walls. Karena kita emang hebat dan beneran punya
kesempatan.


Komentar
Posting Komentar